Langsung ke konten utama

Para Ahli Menilai (Artificial Intelligence/AI) atau Kecerdasan Buatan dapat Berpengaruh Pada Sistem Pendidikan Indonesia

JAKARTA - Prof Ir Tian Belawati, dari Akademisi Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), mengatakan, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan berpengar...

Terbit:
ℹ️
Catatan Ketepatan Waktu: Artikel ini dipublikasikan pada 16 Mei 2023. Ketentuan atau jadwal administrasi kepegawaian mungkin telah mengalami pembaruan regulasi resmi terbaru.
kecerdasan buatan
kecerdasan buatan

JAKARTA - Prof Ir Tian Belawati, dari Akademisi Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), mengatakan, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan berpengaruh pada sistem pendidikan. Ia mengatakan bahwa pendidikan di masa depan akan semakin bergantung pada teknologi, salah satunya (Artificial Intelligence/AI).

Prof Ir Tian Belawati menjelaskan bahwa teknologi AI akan membanntu memudahkan sistem pendidikan, baik bagi pengajar, maupun para siswa peserta didik. Proses pembelajaran siswa juga akan semakin terpersonalisasi dan efisien.

"Pendidikan masa depan itu, bahkan sekarang, semakin lama akan semakin bergantung pada teknologi, termasuk AI, kemudian dia juga akan semakin fleksibel," ucap Tian, Senin (15/5)

Pembelajaran yang terpersonalisasi itu, dapat disesuaikan dengan kecepatan dan cara belajar masing-masing siswa, melalui analisis pola dan preferensi belajar dari pembelajaran mesin (machine learning) AI.

Tian menambahkan "Dengan teknologi ini pembelajaran siswa didik akan bisa disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing, bisa juga disesuaikan dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda, misal audio, visual, dan lain sebagainya,"

Selain itu, Tian mengatakan, dengan menggunakan teknologi internet, siswa dan guru dapat mengakses sumber pembelajaran yang lebih luas, serta terhubung dengan siswa dan pengajar lain dari seluruh dunia, mengarah pada sistem pendidikan yang lebih beragam dan inklusif. Oleh karena itu, pemahaman guru mengenai AI dan teknologi lainnya sangat penting bagi siswa didik.

"Pada 2045, sebanyak 70 persen penduduk Indonesia merupakan usia produktif, kalau mereka ternyata ketinggalan literasi digitalnya maka tamat lah Indonesia, guru bertugas untuk menyiapkan anak-anak itu menjadi generasi emas bangsa," ucap Tian.

Teknologi kecerdasan buatan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Memiliki fitur, fungsi, dan tampilan yang baru semakin berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia termasuk dalam dunia pendidikan.

Penafian Independensi: Seputar ASN adalah portal literasi dan panduan kepegawaian mandiri, bukan perwakilan resmi pemerintah Republik Indonesia atau kantor berita pers konvensional. Seluruh ulasan merujuk pada dokumen terbuka JDIH kementerian/lembaga terkait. Ketetapan administratif kepegawaian tetap menjadi wewenang mutlak Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi masing-masing.